Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menjelaskan bahwa operasi besar-besaran melibatkan ratusan personel gabungan tersebut merupakan instruksi dari pimpinan pusat, termasuk Presiden, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan Mendagri.
Ia menegaskan bahwa aksi premanisme di Medan sudah pada titik mengganggu aktivitas ekonomi dan investasi masyarakat.
Baca Juga:
Evyap Resmi Beroperasi di KEK Sei Mangkei, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Indonesia Semakin Kompetitif
“Kita tidak rela Medan dicap sebagai kota preman. Kita tidak rela Medan jadi Gotham. Ini saatnya kita bersatu menyapu bersih arogansi dan kesewenang-wenangan di ruang publik,” ujar Kombes Gidion saat melepas Satgas Anti Premanisme.
Ia juga menekankan pentingnya patroli dialogis sebagai upaya preventif dan responsif yang lebih humanis.
Masyarakat pun diimbau aktif melapor melalui layanan call center 110 untuk memastikan penanganan cepat terhadap segala bentuk ancaman premanisme.
Baca Juga:
Investasi Kumulatif KEK Capai Rp368 Triliun, MARTABAT Prabowo-Gibran: Indonesia Makin Kompetitif di Mata Investor
[Redaktur: Sobar Bahtiar]