Lebih jauh, Tohom yang juga Ketua Umum Aglomerasi Watch ini mengatakan bahwa keselamatan transportasi air harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan aglomerasi Danau Toba.
Menurutnya, konektivitas antarwilayah di sekitar danau hanya akan efektif bila didukung sistem pelayaran yang aman, terstandar, dan diawasi secara konsisten.
Baca Juga:
Isu Keamanan Mobil Listrik, ALPERKLINAS: Edukasi Konsumen Jadi Kunci Percepatan Ekosistem EV
“Sebagai kawasan otorita, Danau Toba membutuhkan tata kelola terpadu. Keselamatan pelayaran harus menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan aglomerasi, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.
Ia berharap kampanye keselamatan seperti ini dilakukan secara berkala dan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah pusat dan daerah.
Dengan demikian, Danau Toba tidak hanya menjadi ikon pariwisata nasional, tetapi juga contoh praktik terbaik pengelolaan transportasi perairan di Indonesia.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Pembenahan Seluruh BUMN Transportasi
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]