"Oleh karena itu kami ingin menjalin kemitraan pada
rekan-rekan pers semuanya dimana pihak kami ada tutur kata, apalagi saat
pelaksanaan peoyek ada kurang sempurna sudah kami perbaiki. Dimana tingkat
kerusakan ada tiang yang tumbang dan bola lampu yang pecah dan tidak menyala
disebabkan beberapa faktor semua sudah kami perbaiki, selaku manusia kami sadar
pekerjaan selalu tidak sempurna namun tidak ada unsur kesengajaan," ujar
rekanan.
Baca Juga:
Mantan Bupati Taput NN, "Saya Sudah Mewariskan Banyak Harta Buat Pemda dan Rakyat Taput
Terpisah, pemerhati pembangunan di Tapanuli Utara Sahala
Arfan Saragih menyikapi hal tersebut menyebutkan tangung jawab urusan
pemeliharaan sudah selesai dari pihak rekanan.
"Namun bila ada kerusakan dan resiko lainnya yang dapat
merugikan warga sudah menjadi tanggung jawab siapa," kata Sahala kepada WahanaNews.co.
Baca Juga:
Aksi Sosial IMATAPUT-JAMBI untuk Peduli Bencana Alam Tapanuli Utara
Sahala menambahkan terkait proyek Lampu Penerangan Kota (LPK)
temuan dilapangan banyak diduga tidak sesuai standar layak operasi (SLO) dan
dapat beresiko tinggi terhadap manusia maupun ternak.