"UNHCR dan Organisasi Internasional untuk Migrasi
(International Organization for Migration/IOM) lalu membantu kami. Mereka
bilang saya jangan melarikan diri lagi karena perjalanan sangat bahaya. Mereka
akan cari solusi yang baik untuk saya," tuturnya.
Baca Juga:
Brutal!! Oknum Anggota Dewan Diduga Keroyok Tetangga Sampai Trauma
Kini, Noor menata hidup dengan tanpa kepastian masa depan
bersama ratusan penyintas konflik kekerasan terhadap manusia dari negara lain
di kamp pengungsian. Pasalnya, sejak tahun 2011 sampai sekarang Noor belum
mendapatkan kepastian terkait masa depannya untuk diberangkatkan ke negara
tujuan demi mendapatkan suaka.
"Mungkin bisa dibayangkan hidup saya bagaimana. Setiap tahun
menunggu, kalau bertanya alasannya negara tujuan belum ada terima. Sampai
sekarang menunggu untuk suaka itu," katanya.
Baca Juga:
Dua Pemuda Terancam Denda Rp60 M Usai Beli Pertalite 25 Liter, Kapolrestabes Medan Buka Suara
Noor pun berharap agar dirinya bisa mendapatkan kehidupan
seperti layaknya manusia normal pada umumnya. Pasalnya, selama bertahun-tahun
Noor telah merasakan kenestapaan dengan menyandang status sebagai pengungsi
tanpa kepastian masa depan.