Ia menyebut sinergi antara kepolisian, pengelola kawasan industri, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci keberhasilan pengelolaan kawasan industri modern.
“Koordinasi yang solid akan memastikan kebijakan yang diambil tidak parsial, tetapi terintegrasi dengan arah pembangunan jangka panjang KEK,” ujarnya.
Baca Juga:
Project Manager PT NCP Berikan Klarifikasi Terkait Sorotan Proyek Rigid Pavement Jalan Surfaktan di KEK Sei Mangkei
Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas di kawasan industri memiliki dampak langsung terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi.
“Semakin lancar arus kendaraan, semakin kecil konsumsi bahan bakar yang terbuang akibat kemacetan, sehingga ini juga berkontribusi pada upaya pengendalian emisi dan mendukung konsep green economic zone,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan KEK Sei Mangkei sebagai kawasan industri hijau perlu didukung dengan infrastruktur transportasi yang tertata dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Sudah Retak!! Proyek Rigid Pavement di KEK Sei Mangkei Diduga Amburadul, Pengawasan Unit PISMK Dipertanyakan
Dengan demikian, kawasan tersebut tidak hanya menarik investasi, tetapi juga menjadi model pengelolaan industri yang ramah lingkungan.
Tohom juga mengapresiasi komitmen Polri dalam mendukung program strategis nasional melalui pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan industri.
Menurutnya, stabilitas keamanan dan kelancaran mobilitas merupakan faktor utama yang menentukan kepercayaan investor.