"Kebetulan tadi sudah saya telepon camatnya. Pertama saya
telepon, beliau menyanggupi. Ternyata tidak mau sampai sekarang. Makanya saya
bingung. Ketika saya telepon empat kali, nggak diangkat lagi, saya telepon, gak
aktif lagi. Nggak apa-apa. Mungkin ini harapan saya kepada Pemerintah Kabupaten
Dairi, evaluasi kinerja lah. Krisis moral ini. Nggak ada lagi moral kita ini.
Ini masalah hati, masalah nyawa," tegasnya.
Baca Juga:
Mesin Hemodialisa RSUD Sidikalang Dairi Segera Kembali Beroperasi
Sesaat sebelum Nasib Marudur Sihombing masuk ke ruangan
Direktur RSUD Sidikalang untuk menemui rekan-rekannya yang telah terlebih
dahulu masuk, datang dua orang wanita, yang diketahui sebagai pegawai di rumah
sakit itu.
Baca Juga:
Viral Pasien Meninggal, Ini Penjelasan Direktur RSUD Sidikalang Dairi
Sesaat tanya jawab, mereka meminta berkas Sihombing dari
Nasib Marudur, untuk di urus. "Untuk kelengkapan administrasinya. Kalau tidak
adapun ini (tandatangan Camat), ini pasti kami akui. Tanpa ini pun tidak
masalah. Kepala Desa yang perlu sama kami," kata salah satu pegawai itu.
Nasib Marudur pun menimpali, bilamana tidak
dapat diproses, ia bersedia membayar biaya persalinan keluarga miskin itu.
"Kalau nggak bisa diproses, kalau memang harus bayar umum, saya
menanggungjawabi, bayar umum," tegasnya. (tum)