Fahrougi Andriani Sumampouw selaku Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengatakan berdasarkan laporan kejadian perkara (LKP) dan data yang diperoleh dari pihak SPBU, bahwa pelanggan datang ke SPBU untuk melakukan pengisian Bahan Bakar Bio Solar dengan jenis kendaraan toyota fortuner, petugas operator telah menerapkan SOP yang berlaku, meminta barcode dan memastikan plat kenderaan tersebut (plat terlampir di sistem).
"Pelanggan datang kembali dengan jenis kendaraan yang sama dan nopol yang berbeda untuk melakukan pengisian Bahan Bakar Bio Solar. Petugas Operator meminta barcode dan kembali memastikan plat kenderaan yang terlampir di sistem," jelasnya, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga:
Mafia Solar di Medan Tembung dan Percut Sei Tuan Bebas Berkeliaran: Polisi Diminta Bertindak!
Menurut dia, terdapat indikasi mobil tersebut memiliki dua barcode dengan plat nomor berbeda. "Laporan ini akan diteruskan ke Aparat penegak hukum dan menyesuaikan plat kenderaan dengan database Korlantas Polri agar kenderaan tersebut diidentifikasi apakah ada unsur pidana atau ketidaksengajaan pengendara," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan Anjas Pratama, operator SPBU yang menjabat sebagai Shipleader, menyatakan bahwa jika mengetahui kendaraan mengisi dua kali, pihaknya akan meminta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
"Kalau memang saya tahu dia dua kali, yang kedua kita minta STNK-nya, peraturan kami seperti itu," katanya, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga:
8 Tersangka Penyalahgunaan BBM Jenis Solar Subsidi Ditangkap Polisi, Kerugian Negara Capai Rp4,4 Miliar
Ketika dijelaskan bahwa sebuah mobil Fortuner mengisi solar sebanyak dua kali dengan modus mengganti plat nomor. Anjas malah berdalih, "Saya tanya ke mereka, orangnya beda, mobilnya sama," ujarnya.
Pernyataan yang menyimpang itu langsung dibantah oleh operator lain, Muhammad Al Amin, yang secara langsung menangani pengisian tersebut. Ia kepada WahanaNews.co mengakui tanpa basa-basi membenarkan bahwa yang ngisi solar subsidi hingga dua kali itu adalah mobil dan orang (Supir) yang sama
"Sama bang, itu betul, orang (supir) dan mobilnya sama yang ngisi dua kali," ujar Al Amin dengan terbuka.