Guru di tingkat universitas adalah kelompok terkecil. Seluruh korps pengajar, di mana pun anggotanya berada, memiliki sebagian besar kriteria profesi, yaitu (1) proses pelatihan formal, (2) kumpulan pengetahuan khusus, (3) prosedur sertifikasi, atau validasi. Keanggotaan dalam profesi, dan (4) seperangkat standar kinerja-intelektual, praktis, dan etis-yang ditetapkan dan ditegakkan oleh anggota profesi.
Fungsi guru adalah membantu siswa belajar dengan memberikan pengetahuan kepada mereka dan dengan menyiapkan situasi di mana siswa dapat dan akan belajar secara efektif. Tetapi guru mengisi seperangkat peran yang kompleks, yang bervariasi dari satu masyarakat ke masyarakat lain dan dari satu tingkat pendidikan ke tingkat pendidikan lainnya.
Baca Juga:
Harmoni Ramadhan: Polsek Perdagangan Bersama Masyarakat Bagikan Takjil dan Tingkatkan Kamtibmas
Semakin "profesional" seorang guru, semakin banyak otonomi yang dia tuntut dan diberikan untuk mengajar dalam konsep tujuan dan metode yang dipahami dan diterima bersama. Guru sekolah dasar harus mengajarkan keterampilan dasar—membaca, menulis, dan berhitung. Di luar ini, mereka harus mengajarkan fakta dan sikap yang menguntungkan bangsa atau agama atau lembaga lain yang mendukung sekolah.
Ketika anak-anak kecil dititipkan oleh orang tua ke sekolah, orang tua mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada sekolah untuk anak-anak mereka, dan sekolah memiliki kewajiban tertentu.
Akibatnya, sekolah dan guru mengambil sebagian tanggung jawab dan sebagian wewenang orang tua. Luas dan sifat yang tepat dari tanggung jawab dan kekuasaan ini bervariasi dari satu masyarakat ke masyarakat lain dan dari satu sistem sekolah ke sistem sekolah lainnya. Hal ini dijelaskan sampai batas tertentu dalam undang-undang, tetapi sebagian besar ditentukan oleh kebiasaan dan praktik setempat.
Baca Juga:
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Batu Bara ditahan dalam kasus dugaan korupsi Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun Anggaran 2022
Tentu saja ada hubungan antara usia anak di satu sisi dan tanggung jawab dan kewajiban guru untuk itu di sisi lain. Anak kecil harus mematuhi guru, dan guru dapat menggunakan metode yang diharapkan dan ditoleransi di masyarakat untuk mengelola perilaku anak.
Selanjutnya, keselamatan fisik anak dipercayakan kepada sekolah dan guru, yang dengan demikian secara hukum bertanggung jawab atas keselamatan anak, sejauh kelalaian dapat dibuktikan terhadap mereka.
Kegiatan luar sekolah guru Secara tradisional, guru sekolah telah menjadi pengganti moralitas kelas menengah yang melayani masyarakat setempat dalam berbagai kapasitas klerikal atau sekretaris karena dia dapat menulis dengan jelas dan mengeja dengan akurat.