Seorang perwakilan warga Pak Sihombing mengatakan, sudah
bertahun-tahun sebagian warga Desa Sipultak dan Desa Lumban Inaina
menggantungkan hidupnya diatas gunung galian batu secara manual, namun sejak
kehadiran PT MIK kegiatan warga dilumpuhkan.
Baca Juga:
HKBP Tegas Membantah Tudingan dalam Aksi Unjuk Rasa di Tarutung
Karena hasil tambang warga tidak dapat terjual, pada hal
jalan menuju gunung dibangun oleh warga.
"Selain itu tanaman rusak tertutup abu dari craser pemecah
batu milik PT MIK, lahan galian batu milik warga di klaim," kata Sihombing
didepan Anggota DPRD dan Dinas Lingkungan hidup.
Baca Juga:
Kecelakaan Maut di Jalan Lintas Tarutung-Sibolga: Sopir Minibus Tewas Terjepit
Anggota DPRD Tapanuli Utara dari komisi B, Royal Parulian
Simanjuntak seusai mendengar keluhan warga, mengajak supaya jangan bertindak
anarkis.