Baca Juga:
Maruli Siahaan Hadiri Rapat Perayaan Paskah Raya HKBP 2025, Dukung Suksesnya Acara
Menurut Kozok, agenda RMG tempat Nommensen
bernaung bukan hanya di bidang agama. Selain kristenisasi, membawa peradaban
Eropa ke negeri jajahan juga menjadi tujuan para misionaris saat itu.
Baca Juga:
Pendeta Jurito Sirait: Menelisik Keleluasaan Perusak Lingkungan, Bakal Adakan Doa Bersama Soal Kelestarian Lingkungan di Tapanuli Raya
"Kalau orang Belanda hanya mementingkan satu:
uang. Sedang yang terpenting bagi orang Jerman itu adalah prinsipnya,
keunggulan rasnya," tutur filolog Universitas Hawai ini kepadaHistoria.
"Termasuk anggapan bahwa orang Batak tidak setara dengan orang Barat. Dan
karena itu mereka tidak boleh memperistriboru(gadis) Batak."
Bagi pemerintah kolonial Belanda, pendudukan
Tanah Batak memberi keuntungan tersendiri. Sebagai wilayah penyangga, hal ini
akan mencegah potensi perlawanan melalui terbentuknya poros Islam
Aceh-Batak-Minangkabau. Dengan demikian, perkebunan tembakau Deli yang tengah
berkembang sebagai pusat ekonomi kolonial di Sumatera Utara tetap terjaga
keamanannya.