Nai Firman Boru Siagian dengan suara bergetar menahan tangis
juga menyampaikan, apa yang dihadapi di kampung sejak kehadiran PT TPL.
Baca Juga:
Pemda Tapanuli Utara Harus Tegas: Segel Kavlingan Ilegal Diduga Milik RM
"Areal persawahan kami telah rusak akibat ulah dari TPL,
sungai kering sehingga kami kesulitan bertani. Sumber air minum kami juga
rusak. Kami meminta kepada DPRD untuk peduli terhadap kami masyarakat dan
segera cabut ijin konsesi TPL," kata Nai Firman.
Seorang anggota komunitas Bonan Dolok juga menuturkan hasil
pertanian mereka yang sangat bagus sebelum kehadiran PT TPL. Akan tetapi
setelah datang TPL hasil-hasil tanaman pertanian menurun drastis bahkan kopi
yang sekarang ditanam kondisinya sudah diserang berbagai penyakit karena
berdekatan dengan eukaliptus perusahaan.
Baca Juga:
Pemkab Taput Dorong Regenerasi Musisi Batak Melalui Vestival Trio Pelajar dan Umum 2026