Selain orasi, komunitas masyarakat adat juga melakukan aksi
teatrikal teatrikal yang mengkisahkan kehidupan anggota komunitas masyarakat
adat pasca masuknya perusahaan di kampung mereka.
Baca Juga:
Pemkab Tapanuli Utara Dukung Program Swasembada Pangan Nasional
Dalam aksi teatrikal tersebut digambarkan kesulitan mereka
mendapatkan rumput untuk makanan kerbau, berkurangnya sumber air minum, serta
habisnya tombak atau hutan alam mereka.
Terakhir, Nai Muel Boru Manalu juga membacakan puisi hasil
karyanya yang menceritakan mengenai ketidakberpihakan pemerintah kepada rakyat.
Baca Juga:
Pemkab Taput Serahkan Dana Hunian Bagi Korban Bencana Hidrometeorologi
Atas aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, Poltak
Pakpahan, Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Utara menyampaikan, menghormati dan
menerima aspirasi massa.